Air Kiriman Semakin Melumpuhkan Akses Kota Tanggerang

sejumlah wilayah di Kota Tangerang mengalami banjir sebagai dampak dari hujan deras yang turun hampir seharian. hal ini membuat aktivitas warga Tanggerang terganggu oleh genangan air yang semakin meningkat.

0
6
Kondisi aktivitas warga tanggerang melawan banjir

laladila.com – Hujan deras yang mengguyur di sejumlah wilayah di kota Tangerang Kemarin Minggu 13 November, mengakibatkan banjir parah di 7 titik lokasi, yakni Larangan Utara, Ciledug Indah, Karang Tengah, Flyover Cibodas, Kelurahan Alam Jaya, Periuk Jaya dan Perumahan Total Persada.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, kedalaman banjir hingga pagi ini meningkat, dari 1,5 meter menjadi 2 meter.

“Ada empat kecamatan yang kena banjir, di Kecamatan Larangan, Benda, Cipondoh, dan Periuk. Di Periuk sendiri ada beberapa titik, tapi yang paling parah di (perumahan) Total Persada, itu banjirnya sudah hampir dua meter,” kata Kepala BPBD Kota Tangerang Irman Pujahendra.

Irman menjelaskan, sebanyak 800 kepala keluarga yang ada di perumahan Total Persada telah diungsikan ke tempat penampungan sementara karena banjir sudah hampir menyentuh atap rumah di sana.

Ratusan kepala keluarga itu ditempatkan di tempat penampungan seperti masjid setempat yang telah dilengkapi dengan sejumlah bentuk bantuan dari Pemerintah Kota Tangerang.

“Kami sudah bangunkan tenda-tenda, makanan dan pakaian, sudah bisa ditangani sambil menunggu banjir surut,” tutur Irman.

Menurut dia, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Tangerang merupakan campuran dari air hujan serta air kiriman dari tempat lain. Antisipasi telah dilakukan sebelumnya dengan mengeruk kali-kali dan saluran lain yang selama ini mengalami pendangkalan dan terhambat oleh sampah.

“Air kiriman yang membuat banjir seperti ini, ditambah lagi di banyak tempat hujannya juga merata,” tutur Irman.

Secara terpisah, Camat Periuk Rudi Hariadi memastikan semua warga terdampak banjir di Total Persada telah dievakuasi dari rumah mereka. Evakuasi berlangsung sejak Minggu malam kemarin sampai pagi hari ini.

“Semuanya dievakuasi pakai perahu karet, kami pindahkan ke GOR dan masjid yang aman, dibuatkan tenda besar,” ucap Rudi.

-sd-

LEAVE A REPLY