Dari Teater, Boneng Pernah Dapat Penghargaan Aktor dan Sutradara Terbaik…

by
LALADILA – Rabu (2/5) tepat pukul 16.00 WIB kami tiba di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Kedatangan kami di Taman Ismail Marzuki, bukan karena ingin melihat pagelaran seni budaya. Melainkan ingin bertemu dengan aktor senior Zainal Abidin atau yang akrab disapa Diding Boneng.
Sebelumnya, kami sudah janjian bertemu di Taman Ismail Marzuki untuk mewawancarai pemain film Warkop DKI itu. Setiba di sana, kami langsung menghubungi Boneng. Kebetulah saat kami hubungi, Boneng juga baru saja sampai Taman Ismail Marzuki.
Kami pun bertemu, dan langsung berkenalan. Pertama melihat Boneng, kami sedikit terkejut dan kagum. Alasannya adalah, diusianya sudah tak muda lagi, bahkan rambut sudah memutih, tetapi Boneng masih terlihat gagah.
Kami diminta menunggu, karena dia ingin bertemu teman-temannya di kantin Taman Ismail Marzuki, yang lokasi tidak jauh dari tempat kami bertemu. “Nanti yah, saya mau ngopi dulu,” kata Boneng sambil berjalan menuju kantin.
Di sini, kami berharap banyak agar Boneng mau bicara banyak perihal dunia hiburan khususnya, film. Bahkan, kami ingat betul, setiap peran yang dimainkan Boneng sangat menghibur. Membuat para penonton tertawa. Apalagi, ketika memerankan sosok Diding di film Wakop DKI. Itu salah satu peran yang paling kami ingat sampai saat ini.
Cuaca begitu bersahabat. Padahal satu dua sebelumnya, Jakarta diguyur hujan. Angin sepoi-sepoi dan pohon rindang yang menutupi terik matahari membuat kami merasa betah berada di halaman TIM yang begitu ramai. Ditambah lagi para mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang tengah bersantai di tempat tersebut.
Beberapa menit menunggu, kami pun diminta menemui pria kelahiran Jakarta itu. Kebetulan, jarak kami dengan Boneng di kantin tidak terlalu jauh. Sehingga, Boneng sangat mudah memanggil kami yang sedang duduk santai di trotoar depan kantin TIM.
“Sini,” kata Boneng.

Boneng Kapanlagi/Budy Santoso

Boneng tengah duduk santai. Sambil merokok dan kopi hitam di atas meja, Boneng langsung menanyakan mengenai konsep wawancara. “Mau gimana? di sini aja (wawancaranya),” tanya boneng, sambil menghisap rokok.
Kami menjelaskan detail konsep wawancara yang kami berikan, dan Boneng pun setuju. Tak membuang waktu lama, tim kami langsung mempersiapkan peralatan ‘tempur’ untuk mewawancarai Boneng. Sambil menunggu tim mengatur tempat, kami sedikit berbincang santai dengan Boneng.
Kami menyimak dengan serius ketika Boneng menceritakan perjalanan karirnya. Meski singkat, tetapi perbincangan kami cukup menarik. Mulai membahas film, teater, hingga kesibukan dia saat ini. Hampir setiap hari Boneng berada di TIM, dia juga mengajar teater di Teater Besar setiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu.
“Saya di sini setiap hari. Saya juga ngajar teater. Saya dua kali terpilih sebagai aktor terbaik. Sutradara terbaik tiga kali. Kalau sehari-hari lebih banyak teater walaupun nggak harus latihan kadang diskusi. Lebih banyak sehari-sehari baca buku atau pada saat jam-jam latihan, saya latihan,” kata Boneng.
Melihat perbincangan semakin menarik, kami mengajak Boneng duduk di depan kamera yang sudah disiapkan tim kami. Wawancara pun dimulai. Sejumlah pertanyaan sudah kami siapkan. Boneng duduk santai di kursi berwarna hijau rasanya sudah siap menjawab pertanyaan kami.
Kurang lebih satu jam kami mewawancarai Boneng. Dalam wawancara kali ini, Boneng bercerita banyak perihal perjalanan karirnya di bidang seni, khususnya teater. Boneng lebih banyak menghabiskan waktu dengan berteater.
Bahkan, bisa kami bilang teater sudah mendarah daging. Lewat teater, Boneng bisa bermain film. Bahkan dari teater itu juga Boneng meraih penghargaan aktor dan sutradara terbaik.
“Tahun 73 saya sudah aktif di teater. Kemudian terus saya berteater, 76 saya sudah menyutradarai. 76 saya jadi sutradara terbaik, 78 saya juga sutradara dapat terbaik, ada beberapa kali lah. Itu bukan menjadi problem bagi saya. Saya berteater itu memang saya suka, dan saya sangat menekuni itu. Wacana hasil atau bagaimana, itu buat saya nggak terlalu fokus. Saya tetap fokus di teater saja,” kata aktor empat anak itu.

Boneng Kapanlagi/Budy Santoso

Karena cinta dengan teater, Boneng diberikan tempat di Taman Ismail Marzuki untuk mengajar teater. “Di sini dari tahun 1978 saya udah dapat fasilitas untuk latihan di sini,” tutur Boneng.
Boneng mengatakan, banyak sekali orang-orang yang ingin belajar teater dengan dirinya. Namun, dia tak ingin mengajarkan teater kepada orang-orang yang tidak serius. Bisa dibilang untuk mengisi waktu luang. Bagi Boneng, teater harus dijalani dengan serius.
“Cuma saya juga punya keterbatasan, harus milih-milih juga. Nggak cuma yang sekedar mengisi waktu, sekedar mengisi liburan. Kalo mau dateng ke sini, silahkan. Tapi serius. Karena dengan begitu, dia belajar wacana moral, dia tau apa itu manusia, bagaimana menghargai orang lain, bagaimana tidak celaka, itu semua di teater kita gali. Untuk menjadi manusia seutuhnya, itu harusnya mau memperdalam berlajar moral. Di teater itu penuh dengan moral,”
Yang membuat kami kagum dengan Boneng, selama mengajar teater, dia tidak pernah meminta bayaran. Yang paling penting, orang-orang yang belajar teater serius menjalani bidang tersebut.
“Saya nggak pernah menuntut bayaran, nggak pernah. Tapi melihatnya itu, kamu serius nggak. Bayar saya dengan disiplin dan tanggung jawab. Jangan bayar dengan materi, kalo bayar materi kamu nggak bisa. Berapa kamu mau bayar saya per jam,”
“Saya minta bayaran sama kamu dengan disiplin dan tanggung jawab totalitas berlatih. Itu bayaran kamu paling besar buat saya. Kalo mau cari duit, ayo bareng. Bikin pertunjukkan, jual. Bikin pertunjukan yang bagus, caranya ya latihan serius,”
Tidak sedikit murid Boneng yang sukses di dunia hiburan, baik itu jadi aktor maupun komedian. Namun, Boneng enggan memberitahu siapa saja murid-muridnya yang sukses di dunia hiburan.
Selain menceritakan kecintaan terhadap teater, Boneng juga bicara mengenai film. Kami sangat kagum dengan Boneng. Alasannya adalah, dia menceritakan perjalanan di dunia teater dan film sangat detail. Mulai dari film pertama kali hingga main film bersama Warkop DKI. Bahkan, dia juga ingat peran yang dia mainkan seperti apa.
“Film pertama saya bukan Warkop. Pertama kali main film Tiga Dara Mencari Cinta, 1980. Saya bukannya sombong yah. Saya kan udah bilang tadi, saya nggak pernah ikut casting, termasuk sama Warkop. Tiba-tiba PT-nya yang memproduksi Warkop, Soraya waktu itu dia ngoling saya. Saya disuruh dateng ke kantor Soraya Film. Di sana saya ketemu Warkop,” tutur Boneng.

Boneng Kapanlagi/Budy Santoso

Boneng masih ingat bagaimana enaknya main bersama grup yang beranggotakan Dono, Kasino, dan Indro itu. Bagi Boneng, dari semua film yang dia mainkan, main bersama Warkop DKI dinilai paling menarik. Selain peran yang dia mainkan cukup mudah, tiga pemain Warkop DKI itu sangat menyenangkan.
“Buat saya mereka orang baik semua dan jago. Dia lah orang baik, orang pinter dan komedian. Sulit sekali untuk menyamai dia (warkop) dari kelompok yang lain. Dari management, dari keilmuan yang dia punya, latar belakang, semua itu warkop oke banget. Dari pergaulan, di lokasi, mereka enak, baik. Saya cuma syuting sama warkop kayaknya yang nggak tegang. Di film-film lain saya tegang,” katanya.
Sudah banyak membicarakan wacana Warkop DKI, kami pun menanyakan foto Boneng yang viral di internet. Boneng tahu fotonya tersebar di internet, namun saat menceritakan foto tersebut, Boneng sedikit kecewa dengan orang yang memotret dirinya ketika berada di dalam kereta.
Boneng sangat menyayangkan orang yang memfoto dirinya diam-diam. Apalagi foto tersebut menyebar di sosmed. Padahal, bila ada orang yang ingin foto bersama, dirinya sangat bersedia.
“Yang di kereta itu saya marah sih nggak. Tapi saya berharap, maaf yah, semua baik dari wartawan atau bukan, izin dulu lah kalo mau ngambil foto orang. Yang di kereta saya tau, artinya ini nyolong karena saya nggak tau. Kalaupun dia ngomong, mungkin saya bisa jadi lebih terbuka. Mau foto ‘ayo mau foto di mana’,” kata Boneng.
“Karena gini, saya kan punya keluarga. Saya mungkin nggak masalah, tapi anak saya akan komplain, ‘papah kok diem aja sih, ada foto-foto kayak gitu’ itu misalnya. Kan jadi masalah, sayanya enggak, saya bodo amat lah. Jadi paling tidak siapapun, bukan nggak boleh foto, saya sih bebas-bebas aja, ada baiknya izin dulu ‘bang, mau minta foto’. Saya tuh orangnya bebas, saya nggak merasa bintang kok,” tutup Boneng.
Sumber
WARNING KHUSUS DEWASA!!! Semua artikel disini adalah konten dewasa yaitu video bokep terbaru 2018 yang paling hot dan paling diminati, dan tak layak jika di tonton anak kecil yang belum cukup umur. ----------

VIDEO BOKEP TERBARU PEMERKOSAAN DAN ABG CANTIK JUGA CEWEK INDO MODEL DAN ARTIS YANG LAGI HORNY

----------
loading...