Faktor Penyabab Elevasi Bendungan Waduk Saguling

PT Indonesia Power (IP) Unit Pembangkit Saguling menetapkan status siaga satu pada bendungan Waduk Saguling. Status tersebut ditetapkan mengingat elevasi ketinggian air di bendungan sudah mencapai batas normal 643 meter di atas permukaan laut.

0
31
Waduk Saguling Meluap

laladila.com – Curah hujan tinggi membuat debit air di Waduk Saguling mulai meningkat. Dengan kondisi tersebut pihak Indonesia Power (IP) Unit Pembangkit Saguling menetapkan status siaga satu.

Peningkatan yang dimaksud adalah mendekati batas tertinggi elevasi atau tinggi muka air 643,80 sentimeter (cm). Jadi sesuai standar operasional (OP), jika air mencapai ketinggian itu maka pintu limpasan air akan dibuka.

“Curah hujan di hulu Citarum cukup tinggi dan ketinggian muka air di Waduk Saguling saat ini 643,70 MDPL. Sesuai SOP bila nanti mencapai 643,80 MDPL, kami akan membuka pelimpasan air atau spillway agar ketinggian air terjaga di angka aman,” kata Ahli Muda Lahan dan Lingkungan PT Indonesia Power, Alimin.

Ia menyebutkan, PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Saguling telah mengeluarkan surat pemberitahuan terkait kemungkinan pembukaan pelimpasan air nomor 3 yang akan dibuka 1 meter.

Pembukaan perlimpasan air ke Sungai Citarum itu akan menyebabkan air ke sungai itu bertambah besar. Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat yang tempat tinggalnya di bantaran sungai atau yang beraktivitas di sungai mengamankan diri masing-masing bila sewaktu-waktu terjadi air yang deras di sana.

“Pemberitahuan itu dilakukan karena dibagian hilir Sungai Citarum dari pelimpasan air Waduk Saguling masing ada yang dimanfaatkan untuk memancing atau mencuci dan lainnya, sehingga diharapkan mereka menghinari aktivita di sungai,” katanya.

Kemudian pihaknya juga melakukan sosialisasi dengan menggunakan kendaraan dan pengeras suara yang memberitahukan kepada masyarakat terkait rencana itu. Ia menyebutkan, sebenarnya di bantaran aliran sungai tidak ada perkampungan namun masih banyak digunakan oleh masyarakat untuk beraktvitas.

Perhatian tersebut diberikan bagi warga di 9 kilometer aliran Sungai Citarum dari pembangkitan Saguling di kawasan Cioray, Kecamatan Rajamandala.

“Waduk Saguling memiliki tiga pelimpasan air, yang mana saat muka air mencapai angka maksimal akan mengalir setelah dibuka,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pelimpasan air dilakukan bukan karena Bendungan Saguling tidak kuat menampung debit air pada elevasi 643.80 MDPL namun itu sudah merupakan SOP pengoperasian bendungan itu.

“Bukan berarti DAM Saguling tidak kuat, karena bendungan itu dirancang untuk menampung air dengan elevasi atau ketinggian mencapai 645 MDPL,” ucapnya.

Pembukaan pelimpasan air tersebut, kata Alimin, untuk menyesuaikan dengan air debit air masuk ataun in flow di Curug Jompong Nanjung agar tetap pada titik nol.

“Pelimpasan air itu akan dilakukan untuk menjaga agar in flow air di Curug Jompong Nanjung tetap di titik nol. Bila melebihi maka akan terjadi debit air balik yang mengakibatkan banjir di bagian kawasan Baleendah dan Dayeuhkolot,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan, saat ini unit pembangkit Waduk Saguling yang beroperasi sebanyak dua unit, satu di antaranya dalam maintenance (pemeliharaan) perbaikan trafo.

-sd-

LEAVE A REPLY