Foto Pria Peluk Bayi Kembarnya Korban Gas Syaraf Sarin, Dorong Trump Tembakkan Rudal Ke Suriah

Serangan kimia yang melanda kota Khan Sheikhun, Provinsi Idlib, pada Selasa (4/4) waktu setempat telah menewaskan lebih dari 80 orang, dengan 26 orang di antaranya merupakan anak-anak. Dua bayi berusia 9 bulan ikut menjadi korban tewas.

1
69
Youssef saat memeluk kedua bayinya yang tewas (Courtesy Alaa al-Yousef/CNN)
Sumber foto Detik.com

Foto memilukan pria Suriah memeluk erat dua bayi kembarnya yang tewas akibat serangan kimia, telah menggerakkan hati Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Puluhan rudal AS ditembakkan ke Suriah usai Trump memerintahkan serangan untuk melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Dalam pernyataannya saat mengumumkan serangan militer AS ke pangkalan udara Suriah, seperti dilansir CNN, Jumat (7/7/2017), Trump menyatakan, tidak seharusnya anak-anak mengalami peristiwa horor seperti di Suriah.

“Menggunakan gas saraf yang mematikan, Assad merenggut nyawa para pria, wanita dan anak-anak yang tak berdaya. Itu menjadi kematian yang brutal dan lamban untuk banyak orang,” ucap Trump dalam pernyataannya pada Kamis (6/4) malam waktu AS.

“Bahkan bayi-bayi yang cantik dibunuh secara kejam dalam serangan yang sangat biadab ini. Tak ada anak Tuhan yang harus mengalami kengerian semacam ini,” imbuhnya.

Presiden as Donald Trump mengatakan pada hari kamis ia memerintahkan serangan rudal terhadap Suriah lapangan terbang yang mematikan serangan senjata kimia diluncurkan, menyatakan ia bertindak di Amerika “kepentingan keamanan nasional” melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Para pejabat AS mengatakan militer menembakkan puluhan rudal jelajah terhadap pangkalan udara yang dikuasai oleh pasukan Assad dalam menanggapi serangan gas beracun pada hari selasa di sebuah dikuasai pemberontak di daerah.

“Malam ini, saya memerintahkan serangan militer terarah pada pangkalan udara di Suriah, yang menjadi lokasi serangan kimia dilancarkan,” tegas Trump.

Kedua bayi kembar itu merupakan anak dari seorang pria Suriah bernama Abdul Hamid Youssef, yang kehilangan 25 anggota keluarganya dalam serangan kimia itu. Foto Youssef saat memeluk kedua bayinya yang terbungkus kain putih, menjadi viral di media sosial.

Foto Youssef itu menyayat hati juga mengejutkan dunia. Banyak orang di dunia menyerukan aksi tegas terhadap Suriah usai melihat foto itu. Di Washington DC, seperti dituturkan seorang pejabat senior AS kepada CNN, foto itu menggerakkan hati seorang Presiden AS yang akhirnya mengambil keputusan tegas.

Sedikitnya 59 rudal jenis Tomahawk ditembakkan dari dua kapal perang AS jenis penghancur, USS Porter dan USS Ross, yang siaga di Laut Mediterania. Rudal-rudal itu ditembakkan secara terarah pada pesawat tempur, landasan udara dan pusat pengisian bahan bakar di pangkalan udara Suriah.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY