Ini 8 Langkah untuk Perbaiki Reputasi Buruk

0
1

Image result for ilustrasi Reputasi Buruk

LALADILA, Jakarta – Manusia memang tempat salah dan lupa. Terkadang, kesalahan tersebut terjadi tanpa sengaja, tanpa maksud menyinggung atau menyakiti hati siapa pun.

Namun, apa pun alasannya, kesalahan semacam itu kerap membuat citra diri menjadi buruk.

Mirip dengan ungkapan, “karena nila setitik rusak susu sebelangga”.

Akibat satu kesalahan kecil misalnya, reputasi yang telah dibangun bertahun-tahun rusak seketika.

Anda pernah mengalami kondisi demikian? Tak perlu khawatir, karena Anda tidak sendirian.

Christian Bale, aktor utama film ‘American Psycho’, tertangkap kamera saat melontarkan omelan penuh umpatan kepada anggota kru di set Terminator Salvation.

Lalu sebuah pesan suara bocor ke publik saat aktor AS Alec Baldwin, memanggil putrinya yang baru berumur 11 tahun dengan sebutan kasar.

Sementara itu, Aktor AS yang membintangi film The Avengers, Robert Downey Jr, pernah terlibat kasus penyalah gunaan obat-obatan, saat karirnya tengah menanjak.

Toh, hingga kini, ketiga bintang tersebut masih sering muncul di layar kaca dan dicintai publik.

Di Indonesia, ada Nazril Irham atau yang dulu dikenal dengan nama Ariel “Peterpan” dan kemudian berganti menjadi Ariel “Noah”, juga pernah mengalami kejadian semacam ini.

Kasus video porno membelit dirinya, hingga berakhir di balik jeruji besi. Namun kharismanya masih menyelimuti jutaan hati penggemar hingga hari ini.

Lantas, bagaimana mereka bisa bertahan dari kejadian yang  berpotensi membunuh karier mereka?

Reputasi buruk bisa merusak hubungan Anda, menghancurkan karir dan hidup pribadi Anda.

Ini juga bisa berdampak serius pada terhadap kepercayaan diri, bahkan bisa mengubah cara pandang Anda terhadap dunia.

Kejadian semacam ini menjadi bagian dari sebuah perjalanan panjang di mana seseorang harus kembali meniti karir dari bawah.

Namun, para bintang tersebut bisa membuktikan bahwa mereka mampu berjuang untuk merebut kembali tempat mereka.

Mengetahui cara yang benar untuk memperbaiki reputasi adalah kunci utama, apalagi jika Anda ingin membuatnya lebih baik lagi.

Berikut ini adalah delapan langkah yang mungkin bisa Anda lakukan untuk membangun lagi reputasi yang terlanjur rusak.

1. Pelajari situasi

Sebelum bergerak, Anda harus tahu apa yang sedang Anda hadapi. Perhatikan dengan jujur bagian mana dalam hidup Anda yang terkena dampak.

Lalu lihat pula, seberapa serius kerusakannya, dan peran apa yang mungkin telah Anda mainkan.

Apakah ini hanya perasaan Anda yang terluka, atau memang reputasi Anda yang rusak?

Cobalah melihat situasi dari perspektif orang lain dan jangan langsung mengambil kesimpulan.

Begitu Anda memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai keadaan, pisahkan apa yang dapat Anda kontrol dan mana yang tidak.

Anda tidak bisa mengendalikan apa yang orang pikirkan atau katakan tentang Anda, tapi Anda bisa mengendalikan tindakan Anda sendiri.

Fokuskan usaha di mana Anda dapat mengambil langkah-langkah positif dan efektif. Jangan sia-siakan energi pada hal-hal yang berada di luar kendali Anda.

2. Minta saran

Masih belum yakin dengan apa yang terjadi dan siapa yang salah?

Mintalah pendapat dari orang kedua, dan teman terpecaya yang dapat memberikan sudut pandang lebih seimbang.

Anda juga bisa meminta penilaian mereka atas apa yang telah Anda lakukan hingga situasi ini terjadi, dan langkah untuk memperbaikinya.

Sudut pandang mereka dapat menawarkan perspektif penting tentang kepribadian Anda, juga masalah yang dihadapi, serta saran yang membangun.

Anda juga bisa meminta mereka untuk menemani Anda memperbaiki masalah ini.

Mereka akan akan menolong Anda untuk bangkit dan memperbaiki reputasi Anda. Selain itu, mereka juga bisa menjadi pengingat dalam setiap langkah Anda.

3. Minimalkan kerusakan awal

Jika Anda menyimpulkan bahwa reputasi Anda memang membutuhkan perbaikan, mulailah prosesnya sesegera mungkin.

Meminimalkan kerusakan awal akan membantu menghilangkan hambatan untuk kembali ke jalur semula.

Gunakan penilaian Anda dan saran teman Anda untuk membuat rencana yang bisa mengendalikan kerusakan.

Mulailah dengan menghancurkan elemen yang membuat reputasi Anda memburuk, lalu tulis daftar tindakan yang akan membantu Anda memperbaikinya.

Misalnya, jika Anda dikenal sebagai pemalas di tempat kerja, Anda bisa memperbaiki diri dengan menjadi lebih rajin.

Contohnya, Anda bisa mencoba untuk bangun tidur lebih pagi, melakukan tugas ekstra untuk menunjukkan bahwa Anda tidak mengabaikan tanggung jawab, menjawab email lebih cepat, menyampaikan laporan sebelum batas waktu.

Selain itu, Anda bisa mengambil hati rekan kerja dengan membuatkan mereka segelas kopi secara sukarela.

Semakin cepat Anda memperbaiki situasi ini, semakin cepat pula keadaan ini diperbaiki.

4. Bereskan kesalahpahaman

Dalam beberapa kasus, reputasi buruk bisa datang karena gosip, kebohongan, dan informasi yang keliru.

Jika Anda tidak bersalah atas dakwaan yang dikenakan terhadap Anda, mulailah mengontrol keadaan ini dengan membereskan kesalahpahaman tersebut.

Anda bisa secara pribadi mendekati orang-orang yang telah menyebarkan gosip, lalu menjelaskan situasinya, dan mintalah mereka untuk berhenti.

Setelah itu, Anda bisa berbicara dengan orang lain yang terkena rumor.

Katakan yang sebenarnya pada mereka dengan tenang. Katakan dengan terus terang, tenang dan rasa hormat. Anda harus fokus untuk melangkah maju.

Jangan berpikir bahwa masalah ini akan menghilang secara ajaib dengan terus menghindari pembicaraan, maka itu salah besar.

Anda justru hanya membiarkan imajinasi orang berjalan liar dan memberikan rumor tersebut terus menyebar.

5. Akui kesalahan dan bertanggung jawab

Meskipun sangat menyakitkan untuk mengakuinya, ada kalanya mengakui kesalahan dapat membuatnya menjadi lebih baik.

Anda mungkin sebenarnya salah, dan melalui kombinasi refleksi diri yang jujur dan saran membangun dari teman-teman, Anda sadar atas kesalahan yang telah diperbuat.

Mulailah memperbaiki kerusakan dengan mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.

Yang terpenting, menawarkan cara untuk memperbaiki keadaan.

Tidak ada yang sekuat permintaan maaf disertai  itikad baik, walaupun itu tidak bisa menebus seluruhnya. Mengambil tindakan nyata membuktikan bahwa Anda tulus dalam usaha memperbaiki situasi.

Meskipun sulit, ini menunjukkan Anda adalah orang yang memiliki integritas dan karakter.

Selain itu, Anda akan dihormati karena keberanian Anda untuk bertanggung jawab.

6. Tebarkan sikap positif

Dengan kerja keras, kejujuran, dan komunikasi awal, sekarang saatnya untuk memulai tahap berikutnya dari rencana perbaikan reputasi Anda.

Hancurkan kondisi negatif ini dengan menebarkan sikap positif yang lebih.

Pertimbangkan caranya, baik besar maupun kecil, Anda bisa menjadi sosok yang menggembirakan.

Anda bisa melakukannya dengan menunjukan rasa terimakasih, memberikan pujian yang tulus, menolong sesama, melakukan hal baik dengan sukarela.

Simpan keluhan dan kritik tentang orang lain. Semakin banyak perbuatan baik yang Anda lakukan, semakin baik perasaan Anda, dan semakin besar kemungkinan orang lain akan memperhatikannya.

Tapi hati-hati. Pada awalnya, orang mungkin mengira Anda sudah putus asa atau terlalu berlebihan untuk memperbaiki kesalahan. Ini memang bukan proses instan.

Anda harus melakukan perbuatan baik dengan konsisten, tanpa menuntut pengakuan atas mereka, agar reputasi Anda membaik.

Konsistensi sangat penting untuk mengembalikan reputasi Anda kembali.

7. Biarkan tindakan yang berbicara

Reputasi yang baik dipertahankan oleh usaha Anda. Menyebarkan hal positif merupakan salah satu upaya penting yang bisa dilakukan. Tapi, itu bukan cara satu-satunya.

Curahkan cara lain untuk membuat diri Anda layak mendapatkan kembali tempat Anda.

Segera hentikan setiap perilaku buruk yang membuat reputasi Anda memburuk.

Pertimbangkan untuk mengubah lingkaran sosial Anda, jika sekeliling Anda hanya menambah dampak negatif.

Jangan bergosip atau membicarakan hal buruk di belakang mereka. Berikan usaha lebih di tempat kerja dan kehidupan pribadi Anda.

Beristirahatlah dari media sosial, jika kehidupan digital justru berperan membunuh karakter Anda.

Semua orang akan memperhatikan Anda,  sedikit kesalahan saja akan kian merusak reputasi. Jadi, lakukan pekerjaan terbaik, dan jangan menyimpan dendam.

8. Temukan kembali diri

Bayangkan seorang diri masa depan yang sangat dihormati dan terbebas dari noda persepsi negatif. Bagaimana orang itu berperilaku?

Nilai apa yang dia jalani? Tindakan dan sifat apa yang dia hormati? Tetapkan tujuan untuk diri Anda sendiri berdasarkan visi ini, dan menilai semua tindakan berdasarkan kesesuaian visi tersebut.

Jika ada sesuatu yang tidak selaras dengan proses perbaikan diri yang sedang Anda jalani, pikirkan dengan matang sebelum bertindak atau memutuskannya.

LEAVE A REPLY