Jadi Tersangka Kasus Mengarak Pasangan yang Dituduh Mes*m. Ini Dia Penampakan Ketua RT

by


Laladila.com – Ketua RT yang berinisial T menjadi tersangka dalam kasus pengarakan dan penganiayaan pasangan yang dituduh berlaku mes*m di Cikupa, Tangerang, Banten.

Kapolres Kabupaten Tangerang AKBP Sabilul Alif mengatakan T berperan sebagai pendobrak pintu kontrakan saat R dan M tengah berada di dalam.

“T adalah yang pertama mendobrak pintu. Dan langsung pertama kali dia melakukan penggerebekan. Dan dia yang sempat memobilisasi masa,” kata Sabilul melalui akun facebook pribadinya saat memberikan keterangan pers, Selasa (14/11/2017).

Sabilul menambahkan T juga merekam aksi pengarakan dan penganiayaan oleh warga terhadap R dan M.

Padahal, kata Sabilul, selaku Ketua RT, T sempat mengingatkan agar massa tak main hakim sendiri.

“Memang sempat ngomong jangan main hakim sendiri tapi justru dia yang melakukan penganiayaan, dia yang mukulin,” lanjut Sabilul. Ini melanggar pasal 170 dan 335 KUHP yang ancaman hukumannya lima tahun penjara,” lanjut dia.

Diketahui, R dan M menjadi korban penganiayaan sekelompok orang karena dituduh berbuat mesum di sebuah rumah kontrakan di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Kapolres Kabupaten Tangerang AKBP Sabilul Alif menceritakan kronologis peristiwa yang terjadi pada Sabtu (11/11/2017) malam. Menurut Sabilul, awalnya M minta dibawakan makanan oleh R.

Sekitar pukul 22.00 WIB, R tiba di kontrakan M untuk mengantarkan makanan. Dua sejoli itu pun masuk ke dalam kontrakan untuk menyantap makan malam bersama.

“Ketua RT berinisial T menggedor pintu (kontrakan M), pintunya tidak tertutup rapat,” ujar Sabilul dalam akun instagramnya, @m.sabilul_alif, Selasa (14/11/2017).

Menurut Sabilul, saat itu T datang bersama dua orang lainnya berinisial G dan NA. Usai menggedor pintu dan masuk ke dalam kontrakan, ketiga orang itu memaksa R dan MA mengakui mereka telah berbuat mesum.


“Keduanya dipaksa untuk mengaku berbuat mes*m dan sempat tiga orang inisial G, T dan A memaksa laki-laki untuk mengaku dan sempat mencekik,” ucap dia.

R dan M tak mau mengaku.

Akibatnya, pasangan kekasih itu diarak oleh massa ke depan sebuah ruko yang berjarak sekitar 200 meter dari kontrakannya.

Menurut Sabilul, awalnya kedua pasangan itu hendak dibawa ke rumah ketua RW. Namun, setiba di depan ruko massa, malah menganiaya dan melucuti pakaian keduanya.

“Di situlah mereka dipaksa, ditempeleng, dipukuli untuk mengaku. Bahkan, yang paling menyedihkan dari salah satu ini membuka baju perempuan, untuk memaksa. Yang laki-laki melindungi dan juga sudah tidak menggunakan baju sama sekali,” kata Sabilul.

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka adalah G, T, A, I, S dan N.

Menurutnya, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut. Beberapa saksi – saksi pun sudah dimintai keterangan.

“Untuk di balik motifnya masih kami kembangkan, yang jelas mereka sebagai propokatornya,” kata Sabilul.


Sabilul menyatakan jajarannya akan menindak tegas siapa pun pelaku penganiayaan.

Mereka terancam dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan juncto pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.(kompas.com)

Hari ini, saya melaksanakan konferensi pers terkait kasus persekusi sepasang kekasih di Cikupa. Konpers dilaksanakan di depan rumah kontrakan tempat terjadinya peristiwa. Selain dengan kawan-kawan media, konpers juga disiarkan langsung melalui akun media sosial facebook. Konpers yang turut diudarakan melalui medsos adalah untuk menyebarluaskan informasi secara real time. Di samping itu, live confrence itu pun sebagai sarana untuk mengajak masyarakat agar bijak menggunakan media sosial. Sebab, pernyataan-pernyataan saya saat konpers itu juga berisi imbauan, ajakan, dan warning agar masyarakat khususnya pengguna internet tidak menyebarluaskan konten negatif seperti yang bermuatan kekerasan dan pornografi. Tidak hanya itu, dalam konpers itu, saya juga menegaskan akan menindaktegas siapa pun yang menyebarluaskan video negatif termasuk video persekusi dua sejoli itu. Di samping itu semua, live confrence melalui facebook juga sebagai implementasi dari program Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter) besutan Bapak Kapolri Jendral Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph.D. Polri harus memanfaatkan segala sarana demi peningkatan pelayanan termasuk pelayanan akses informasi. Terima kasih atas segala dukungan yang diberikan. Kita sepakat, tidak boleh ada siapa pun yang bertindak sewenang-wenang. Kita semua khususnya Polri sebagai ujung tombak law enforcement harus mampu memberikan perlindungan hukum kepada siapa saja yang menjadi korban. Salam. #polrestatangerang #tangerangjawara #poldabanten #polisiindonesia #divisihumaspolri #stoppersekusi
A post shared by M. SABILUL ALIF (@m.sabilul_alif) on

Baca juga

WARNING KHUSUS DEWASA!!! Semua artikel disini adalah konten dewasa yaitu video bokep terbaru 2018 yang paling hot dan paling diminati, dan tak layak jika di tonton anak kecil yang belum cukup umur.

TOP RATE VIDEO BOKEP 2018

----------

VIDEO BOKEP TERBARU PEMERKOSAAN DAN ABG CANTIK JUGA CEWEK INDO MODEL DAN ARTIS YANG LAGI HORNY

----------