KPK Memberikan Peringatan Kepada Setnov Agar Tidak Alasan Sakit Untuk Terbebas Dari Persidangan

by

KPK Memberikan Peringatan Kepada Setnov Agar Tidak Alasan Sakit Untuk Terbebas Dari Persidangan

KPK Memberikan Peringatan Kepada Setnov Agar Tidak Alasan Sakit Untuk Terbebas Dari Persidangan

   Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghimbau kepada semua pihak agar tidak membuat alasan sakit untuk terbebas dari proses hukum yang tengah berlangsung. Peringatan itu terkait dengan drama persidangan Setya Novanto di Pengadian Tipikor, Rabu (13/12) kemarin.

Sejak berjalannya persidangan sekitar pukul 10.30 WIB hingga 21.10 WIB, Setya Novanto tidak merespon pertanyaan yang dilontarkan majelis hakim. Ketua DPR itu duduk dengan posisi kepala tertunduk di kursi terdakwa tanpa menjawab apapun pertanyaan yang diajukan majelis hakim.

“Kami mengharapkan untuk selanjutnya jadi sebuah pengalaman terhadap semua pihak yang menjadi tersangka, terdakwa atau justru saksi supaya tidak memakai alasan sakit untuk bisa menghindari atau menunda proses hukum yang sedang berjalan,” ucap juru bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (14/12).

Febri kembali menghimbau agar semua pihak bisa menjalankan proses hukum tanpa adanya alasan untuk menunda dengan berbagai cara tertentu. Karena terkait upaya dalam menghambat proses hukum ada risiko pidana tersendiri, Lanjut Febri.

Apalagi, ucap Febri, dalam proses berlangsungnya persidangan Setya Novanto kemarin dokter yang berasal dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Rumah Sakit Puast Angkatan Darat (RSPAD) dan juga dokter yang ditugaskan oleh KPK mengatakan bahwa kondisi terdakwa kasus korupsi e-KTP dalam keadaan sehat dan layak untuk mengikuti persidangan.

“Kami mempercayai dengan apa yang diberikan IDI dan RSCM, hal itu tidak usah terjadi di dunia medis. Jika itu ada kondisi benar-benar sedang sakit pastinya dari hasil pemeriksaan yang objektif akan terbukti,” ucapnya.

Diketahui jika Setya Novanto didakwa dengan dugaan memperkaya diri sendiri sebesar USD 7.3 juta dan mendapatkan sebuah jam tangan mewah Richard Mille dengan harga USD 135 ribu terkait proyek e-KTP.

Setya Novanto didakwa dengan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 Juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca juga

WARNING KHUSUS DEWASA!!! Semua artikel disini adalah konten dewasa yaitu video bokep terbaru 2018 yang paling hot dan paling diminati, dan tak layak jika di tonton anak kecil yang belum cukup umur.

TOP RATE VIDEO BOKEP 2018

----------

VIDEO BOKEP TERBARU PEMERKOSAAN DAN ABG CANTIK JUGA CEWEK INDO MODEL DAN ARTIS YANG LAGI HORNY

----------