Mengenaskan! Aceh Kembali Terjebak Banjir, Ribuan Orang Mengungsi

Kota Banda Aceh kembali direndam banjir akibat hujan deras selama dua hari, banjir kali ini merupakan bencana paling parah selama 2016 dibandingkan bencana banjir beberapa waktu lalu, ribuan warga wilayah tersebut mengungsi.

0
3
Bencana banjir di kota Banda Aceh terparah tahun 2016

laladila.com – Banjir kali ini terjadi ketika trauma masyarakat Aceh Jaya akibat banjir besar sekitar tiga pekan lalu belum sepenuhnya pulih

Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melansir dampak hujan terus menerus mengguyur beberapa wilayah Aceh sejak Minggu 6 November 2016.

Banjir di Aceh Jaya semakin meluas. Selain terjadi di Jaya, Indra Jaya, Sampoiniet dan Darul Hikmah, kecamatan Setia Bakti, Pasie Raya dan Teunom dilaporkan menerima dampak banjir terparah hingga ketinggian air mencapai 2 meter.

Hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari terakhir di Kabupaten Aceh Jaya menyebabkan sedikitnya enam kecamatan terendam banjir. Banjir kali ini disebut sebagai bencana alam terparah selama 2016 di wilayah setempat.

“Ini banjir paling parah selama 2016 di Aceh Jaya. Dibandingkan banjir beberapa waktu lalu, banjir kali ini lebih parah dari sebelumnya,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya, Fajar Diharta.

Sebelumnya sejak 17 hingga 20 Oktober 2016 lalu, banjir juga sempat terjadi di sejumlah kecamatan di Aceh Jaya. Selain itu, Kabupaten Aceh Barat terendam bencana alam yang sama hingga menyebabkan sedikitnya 50 ribu jiwa menjadi korban.

Meski begitu, Fajar menuturkan, pihaknya hingga kini belum menerima adanya laporkan korban jiwa. Pihak kesehatan, kata Fajar, sejak Selasa sore juga sudah mendirikan posko kesehatan di Kecamatan Teunom dan Pasie Raya.

“Tadi kabarnya seperti itu (akan dibangun posko kesehatan). Untuk perbedaan dengan banjir lalu, seperti debit air yang lebih tinggi, lebih kencang, dan cepat sampai ke pemukiman, dan juga menggenangi hampir ke seluruh gampong (desa),” ujarnya.

 

[sd]

LEAVE A REPLY