Riset: Kebijakan Trump Batasi Muslim Ubah Opini Publik

by

Riset: Kebijakan Trump Batasi Muslim Ubah Opini Publik

LALADILA – Sebuah studi menemukan hubungan bahwa perintah eksekutif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang membatasi pendatang dari beberapa negara Muslimtelah menyebabkan perubahan opini publik yang signifikan dan langka.
Periset di University of California, Riverside, Jumat (12/1/2018), mengeluarkan hasil penelitian bahwa perintah dan gelombang protes yang dilancarkan tersebut menimbulkan perubahan signifikan dalam opini publik.
Reaksi tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (13/1), membantu memacu oposisi massa terhadap kebijakan tersebut.
 Pergeseran pendapat ini disebabkan oleh “masuknya informasi yang menggambarkan larangan tersebut bertentangan dengan prinsip egalitarian identitas Amerika dan kebebasan beragama,” para peneliti menulis dalam laporan mereka.
Hasil laporan itu dilakukan setelah para periset mewawancarai ratusan orang berhari-hari sebelum Trump menandatangani larangan tersebut pada Januari tahun lalu.
Dua minggu setelah larangan tersebut diberlakukan, para periset mewawancarai kelompok orang yang sama dan menemukan sekitar 30 persen lebih banyak orang menganggap larangan tersebut tidak menguntungkan
Tim riset yang dipimpin Loren Collingwood, menemukan bahwa demonstrasi tersebut memiliki pengaruh besar dalam menyebabkan pergeseran opini publik.
Adanya gambar para pengunjuk rasa yang terbungkus bendera Amerika, misalnya, menghubungkan gagasan tentang kebijakan imigrasi inklusif dengan konsep persamaan di Amerika.
 “Studi kami menyoroti potensi efek politik yang luas dari gerakan massa dan demonstrasi karena berkaitan dengan kebijakan yang mempengaruhi kelompok minoritas yang rasial dan menunjukkan bahwa preferensi dapat berubah dengan cepat sebagai respons terhadap perubahan keadaan politik,” para penulis menjelaskan dalam laporan tersebut.
Beberapa hari setelah dia dilantik pada Januari 2017, Presiden Trump menandatangani Executive Order 13769 yang melarang warga di tujuh negara memasuki AS selama 90 hari.
RUU tersebut, yang sering disebut sebagai “larangan Muslim”, juga melarang para pengungsi dan menyebabkan kebingungan massal mengenai apakah pelancong dengan status kewarganegaraan AS diizinkan kembali ke negara tersebut.
Perintah yang menyebabkan aneka protes dan demonstrasi itu akhirnya direvisi dengan Gedung Putih dengan merilis daftar negara yang terus berganti.

SUMBER : SUARA.COM
WARNING KHUSUS DEWASA!!! Video Bokep Hot Kumpulan video bokep indo 2018, videos xxx, porn indonesia, streaming film xxx, sex indo, film mesum cewek sekolah, bokep ngentot di kampus, vidio mesum indonesia, bokep gadis kecil, video sex barat, film porno jepang, bokep cewek asia, bokep korea streaming, bokep stw terbaru, download video porno, web porn, koleksi bokep hijab, porn streaming, video crot, abg jual perawan, kimcil indo mesum, bokep gadis cantik, bokep cewek manja, video sex ibu nakal, bokep tante selingkuh, bokep istri pejabat, video janda ml, skandal bokep artis mesum, skandal video ngentot abg medan, video hot cewek manis, video porno new, bokep cewek mulus, bokep indo paling keren, video mesum cewek sma, bokep pemain sinetron indo, vidio ngentot model popular, video artis telanjang terbaru, video seks paling baru ----------
loading...