Waspada! Penipuan Berkedok Polisi

Beginilah awal mula cerita dari penangkapan Polisi Gadungan yang telah banyak menipu banyak orang dengan pengakuannya sebagai anggota Polres Banjarbaru. Aksi penipuan yang dilakukan Polisi abal-abal tersebut termasuk tindakan yang nekat.

0
8
Berikut adalah penangkapan polisi gadungan

laladila.com – Guntur Husaeni Putra lelaki kelahiran 30 Januari 1988 ditangkap Kamis (10/11) sekitar pukul 20.15 Wita, di Jalan Pramuka Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur lantaran Ia sudah lama diburu Unit Buser Polres Banjarbaru.

Kelakuan Pria 28 tahun itu terbilang nekat. Dia membawa kabur sepeda motor incarannya dengan cara mengaku-ngaku sebagai anggota Polres Banjarbaru.

Malahan, penjahat kambuhan ini bahkan mengaku anggota Polres Tanah Laut pada pacarnya sendiri.

Ceritanya, pada 25 Oktober pelaku mendatangi bengkel sepeda motor di Jalan Trikora RT 05 Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan. Mengendarai sepeda motor butut tanpa nomor polisi untuk diservis.

Selagi menunggu perbaikan, pelaku coba meminjam sepeda motor. Mengaku-ngaku sebagai anggota Polres Banjarbaru, korban percaya dan mau menyerahkan kunci motornya.

Nahas, ditunggu sekian lama tak kunjung muncul, korban tersadar motornya sudah dibawa kabur. Sedikitnya, korban menderita kerugian Rp 10 juta atas penggelapan motor dengan Nopol DA 3033 WJ. Korban sontak melapor ke Polres Banjarbaru terkait aksi polisi abal-abal tersebut.

Petualangannya berakhir di rumah pacarnya di Komplek PDAM, Sungai Lulut. Dalam penangkapan, terungkap bahwa Guntur sempat mengibuli teman perempuannya, mengaku-ngaku sebagai anggota Polres Tala.

Lucunya, ia juga pernah ditangkap gara-gara kasus dan modus serupa. “Ia dulu mengaku-ngaku sebagai anggota BIN (Badan Intelijen Negara) dengan membawa senjata airsoft gun. Pernah diamankan di Sat Intelkam Polres Banjarbaru,” kata Kasubag Humas Polres Banjarbaru, AKP Supri.

Padahal, pelaku baru saja bebas dari penjara. Satu bulan yang lalu, ia masih berstatus narapidana di Lapas Martapura. Pelaku dijerat pasal 372 KUHP untuk penggelapan dan pasal 378 KUHP untuk penipuan.

-sd-

LEAVE A REPLY